JAZZ Gunung bromo 2016-travel surabaya bomo

jazz gunung bromo. bromotraveling

bromotraveling.com

The Groove menjadi band penutup yang tampil di Jazz Gunung bromo 2016. Dalam kesempatan tersebut, band yang terbentuk pada tahun 1997 juga membawakan lagu baru yang ada dalam album terbaru mereka.

The Groove yang mengusung aliran musik acid jazz, nampaknya menjadi salah satu band yang paling ditunggu penonton Jazz Gunung 2016.

Hal itu dapat dilihat dari antusias penonton yang bersorak ketika nama The Groove disebutkan oleh pembawa acara sesaat sebelum penampilan band terakhir.

Sementara itu, Reza vokalis kedua dari The Groove mengajak seluruh penonton berdiri dan menari mengikuti gaya mereka, sebelum menyanyikan lagu terakhir.

Lagu “Khayalan” yang membuat nama mereka naik menjadi lagu penutup dalam pesta musik jazz tersebut, dan seluruh penonton turun dari tribun festival untuk maju mendekati panggung.

Jazz Gunung Bromo merupakan festival tahunan yang digagas Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto. Acara ini bentuk apresiasi terhadap musik jazz.

Animo masyarakat Indonesia untuk menyaksikan pertunjukkan ini cukup besar, terbukti dengan jumlah pesanan kamar yang meningkat drastis di kawasan Tengger pada saat jadwal pertunjukkan.

Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Kabupaten Probolinggo mencatat pemesanan kamar Hotel di kawasan Tengger sudah mencapai 50 persen untuk hari “H” pertunjukkan, sementara separuhnya sudah dipesan utnuk penonton jazz gunung.

Jazz Gunung kali ini bertemakan “Pesta Merdeka Di Puncak Jazz Raya” yang bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, serta acara akan dikemas dengan balutan semangat merah putih di pegunungan.

ERUPSI tak menghalangi upacara kasada di gunung bromo tengger probolinggo

bromotravelsurabaya, mount bromo

Ada empat hal yang ditaati dan dihormati oleh suku Tengger di dunia ini. Yakni, pertama leluhur, kedua orang tua, ketiga guru, dan keempat pemerintah.

Meski dinyatakan dalam status waspada dan diberlakukan larangan mendekati kawah Gunung Bromo dalam radius 1 kilometer, tak menghalangi pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada, sebagai Hari Raya bagi Suku Tengger yang diperingati setiap tanggal 14 atau 15 di bulan Kasada menurut penanggalan Suku Tengger, atau jatuh pada 20-21 Juli di tahun 2016.
Puluhan ribu warga Suku Tengger hidup di lereng Gunung Bromo di 38 desa, yang menyebar di empat kabupaten di Jatim. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Lumajang dan Kabupaten Pasuruan. Saat upacara Yadnya Kasada mereka berkumpul di lautan pasir gunung Bromo untuk menggelar sembahyang di Pura Luhur Poten dan melontarkan persembahan di kawah Gunung Bromo.

Di balik pengorbanan masyarakat Tengger itu, ada puluhan orang warga suku Tengger yang berjuang menantang maut mencari ‘sesuap nasi’ dengan berlarian di atas kawah Gunung Bromo. Tanpa mempedulikan erupsi Bromo yang saat ini berstatus Waspada, mereka berebut sesaji persembahan yang dilempar ke kawah dalam upacara Yadnya Kasada.

Apapun jenis sesaji yang berhasil ditangkap dan mereka kumpulkan, seperti hasil bumi kentang, kubis, wortel, dan hasil peternakan seperti ayam dan kambing. Mereka juga mengumpulkan uang koin atau kertas yang dilempar oleh pemilik sesaji.

Mereka seakan tidak mempedulikan bahaya yang sewaktu-waktu mengintainya seperti jatuh ke kawah atau pingsan karena menghirup abu vulkanik Bromo.
BROMOTRAVELING, TRAVEL SURABAYA BROMO

Para pemburu persembahan sesaji ini membawa alat seperti jaring, bahkan ada yang meletakkan terpal yang dipasang secara non permanen, di atas kawah gunung dengan harapan bisa menjaring lebih banyak sesaji yang dilempar.

Saat berburu sesaji,  mengenakan sarung yang diikatkan di punggung untuk menyimpan sesaji yang didapatnya.

Proses larung sesaji ke kawah Gunung Bromo berlangsung Kamis sore. Ritual tersebut menutup rangkaian upacara Yadnya Kasada tahun ini. Upacara yang selalu digelar setiap tanggal 14-15 malam bulan purnama penanggalan Kasada itu selalu menjadi daya tarik wisata lokal maupun mancanegara. CEK HARGA PAKET WISATA BROMO DISINI!!

GUNUNG BROMO BISA DI AKSES!!!

BROMO MOUNT SURABAYA

Informasi gunung bromo tengger probolinggo yang akhir-akhir ini mengalami erupsi menimbulkan keraguan bagi wisatawan domestic ataupun mancanegara yang ingin mengunjungi dan menikmati indahnya pemandangan di gunung bromo. mereka selalu bertanya berkali-kali kepada agent travel BROMOTRAVELING.COM untuk memastikan informasi terkini seputar bromo, apakah masih bisa dikunjungi meskipun kondisi gunung bromo masih erupsi. Namun menurut kebanyakan wisatawan, justru mereka sangat tertarik ingin menikmati wisata gunung bromo dengan erupsinya. Karena hal tersebut dianggap sesuatu pemandangan yang sangat langka dengan siklus 5 tahunan gunung bromo mengalami erupsi. Hal ini memang menjadi kerguan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke gunung bromo, namun sampai detik ini loket wisata gunung bromo tetap di buka dan wisatawan masih diperbolehkan untuk mengunjungi semua destination (penanjakan-kawah-savana-pasir berbisik) yang berada di gunung bromo meskipun sedang mengalami erupsi.

CEK HARGA PAKET WISATA BROMO DISINI!!